Kebaikan adalah tindakan yang tulus kepada seseorang, baik dalam berbagai hal yang ada di dalam kehidupan. Niatkan semua amal perbuatan dan apapun kebaikan yang anda lakukan semata-mata karena Allah. Semuanya di jalan Allah (fi sabilillah). Jangan pernah mengharap terima kasih dan pujian dari orang lain !. Jangan sampai merasa gundah, sedih dan tidak merasa dihargai karena kebaikan yang kita lakukan tidak dihargai, bahkan malah mendapat perbuatan kasar yang tidak menyenangkan. Saat senyum manis yang indah mengembang dan tulus ikhlas dari bibir anda dibalas dengan muka masam. Saat salam dan sapa anda tidak dijawab dan dibalas dengan cibiran. Apapun dan bagaimanapun, seharusnya yang anda cari hanyalah pahala dan kebaikan dari Allah semata, bukan kepada makhluk. Semua semata-mata mencari keridhaan Allah.
"Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku" (QS. Shâd:86)
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.(7) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.(8)" (QS. Az-Zalzalah:7-8)
Ada sebuah kisah yang sangat menarik, mungkin anda sudah pernah membaca atau mendengarnya. Tentang Rasulullah yang memberikan makan kepada orang buta yang sangat membencinya.
Di sudut pasar Madinah al-Munawarah hidup seorang pengemis buta beragama Yahudi. Apabila ada orang yang mendekatinya, ia selalu menghina & memfitnah Rasulullah. Sementara itu, setiap pagi Rasulullah selalu mendatanginya & membawakan makanan untuknya. Tanpa berkata sepatah katapun, Rasulullah menyuapinya. Tentu karena tidak tau, ia selalu berpesan agar jangan mendekati Muhammad. Rasulullah melakukannya hingga menjelang beliau wafat, & tak ada lagi orang yang membawakan makanan untuk pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari, Abu Bakar r.a. berkunjung ke rumah putrinya, Aisyah.
“Anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?” tanya Abu Bakar.
“Wahai Ayah, engkau adalah seseorang yang ahli sunnah. Hampir tidak ada satupun sunnah yang belum dilakukan, kecuali satu sunnah saja.” Jawab Aisyah.
“Apakah itu?”
“Setiap pagi, Rasulullah selalu pergi ke ujung pasar dengasn membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana.” Kata Aisyah.
Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk pengemis itu. Abu Bakar mendatangi pengemis itu & memberikan makanan itu kepadanya. Abu Bakar mulai menyuapi, tiba-tiba si pengemis marah sambil berteriak,
“Siapakah kamu?”
“Aku orang yang biasa.” Jawab Abu Bakar.
“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku. Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang & tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu, selalu menyuapiku & menghaluskannya terlebih dahulu sebelum ku makan.”
Abu Bakar tak dapat menahan air matanya. Ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu.
“Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah Saw.”
Setelah mendengar itu, pengemis itupun menangis .“Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya. Namun, ia tidak pernah memarahiku sedikit pun. Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar r.a..
Menjadi seseorang yang ingin dianggap dan menjadi seseorang yang ingin baik disetiap waktunya, ternyata sangat sulit dihargai dan dipandang dijaman sekarang ini.. Bahkan lebih sering bisa dikatakan terasa terabaikan, bahkan mungkin sengaja diabaikan, bisa saja dikarenakan kita adalah seseorang yang di anggapnya saingan terberat, padahal kita tak berbuat apa-apa.. Menyalahkan tanpa merasa dirinya mempunyai kesalahan itu hal yang tidak fair.. Jadi janganlah sedih apalagi marah saat kebaikan anda diabaikan. Karena sebesar apapun kebaikan anda akan ada balasannya dari Allah..
Jadi janganlah ragu untuk berbuat baik hanya karena kebaikan anda diabaikan orang lain. Berbuat baiklah hanya untuk mengharap keridhaan Allah. Karena Dia-lah yang Maha Tinggi, Maha Pemberi dan Yang membalas setiap amal perbuatan. Allah akan selalu melihat dan mengetahui kebaikan yang anda lakukan. Anda tidak perlu pujian orang lain untuk berbuat baik dan janganlah mengharapkan pujian dari orang lain.
Fie_28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar