Ketika kita berbeda, apakah kita tidak boLeh menghampiri dia,
-Emang dia bakaLan menggigit kamu, jika kamu menghampiri dia.. So, apa yang saLah dengan perbedaan.?
Ketika kita berbeda, apakah kita tidak boLeh menyapa dia,
-Emang dia bakaLan marahin kamu kaLau dia nyapa.. Bukankah sesama musLim, kita harus saLing menyapa.. So apa yang saLah dengan perbedaan.?
Ketika kita berbeda, apakah kita tidak boLeh tersenyum pada dia,
-Emang senyum2 itu bisa jadi giLa yaa.. Bukankah senyum itu ibadah.. So apa yang saLah dengan perbedaan.?
Ketika kita berbeda, apakah kita tidak boLeh menyayangi dia,
-Emang sayang itu hanya untuk kekasih yaa, berarti seLama ini kita benci donk sama orang yang deket sama kita (baik shbt, tmn, sdr dkk).. So apa yang saLah dengan perbedaan.?
Ketika kita berbeda, apakah kita harus memutuskan taLi persaudaraan pada satu pihak,
-Bukankah sesama musLim kita bersaudara.. So, apa yang saLah dengan perbedaan.?
Bodoh sekaLi kita, jika mengatasnamakan perbedaan itu adaLah sebuah permasaLahan dan bencana besar..
Perbedaan itu indah. Sering kita mendengar bahwa suatu benda yang berbeda itu sulit uuntuk disantukan, bahkan mungkin tidak akan pernah bisa disatukan. Seperti halnya minyak dan air, dua hal ini sangat berbeda dari segi manapun dan dua hal inipun tak akan pernah bisa disatukan sampai kapanpun. Dalam beberapa hal perumpamaan ini memang benar adanya, namun dilain pihak kedua perbedaan itu bisa disatukan.
Berbeda itu bukan sikap yang mesti dihindari. Sebab kita tak mungkin bisa menghindarkan diri dari perbedaan. Perbedaan adalah suatu kondisi yang tak harus diseragamkan. Perbedaan tercipta karena hidup adalah harmoni.
Tuhan menciptakan alam raya dengan segala keunikan perbedaan. Ia bahkan menciptakan keanekaragaman dalam satu jenis penciptaan. Banyak spesies katak. Banyak spesies burung, tanaman, bahkan ras manusia. Dia menciptakan perbedaan agar ciptaan dapat saling mengenal dan membentuk harmoni.
Setiap orang punya seribu alasan untuk berbeda sikap. Tapi setiap orang sebenarnya juga memiliki jutaan alasan untuk bisa saling mengerti akan perbedaan tersebut. Ketika energi positif menjadi nyawa bagi dua kutub yang berbeda, toleransi dan saling pengertian bisa disepakati. Sikap positif inilah yang mestinya ditiupkan pada jiwa-jiwa yang terlibat dalam suatu perbedaan pendapat dan perbedaan sikap.
Sesuatu perbedaan yang ada diantara kita adalah hal yang sesungguhnya bisa menyatukan kita..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar